Alhamdulillah, peningkatan mutu dan kuwalitas guru di Al Binaa harus terus ditingkatkan hal ini kait eratannya dengan salah satu faktor menuju keberhasilan para santri. Kegiatan dauroh syariyyah bagi guru-guru syar’i yang dilakukan selama dua hari dari tanggal 7-8 November 2015 disampaikan oleh pemateri ahli Dr. Syeikh Ali Syeikh dari Libanon cukup menguatkan kembali kepada apa yang menjadi tugas dan funsgi pokok dari seorang guru yang harus mengedepankan sifat akhlak dan sifat kepribadiannya manakala berhadapan dengan anak didiknya.
Dr. Syeikh Ali Syeikh yang merupakan akademisi dalam dunia pendidikan, beliau memberikan pencerahan dengan segala apa yang telah dialaminya dalam membawa kesuksesan dalam akhlak dan pembelajaran bagi peserta didik, memang tidaklah mudah sebagai seorang guru ketika berhadapan dengan para anak didiknya sekurangnya diperlukan beberapa trik dan cara agar apa yang disampaikan itu betul betul menjadi sebuah keinginan yang diidam-idamkan bagi setiap guru yaitu peserta anak didik menjadi patuh dan taat serta berdisiplin dengan segala aturan, mereka berakhlakul karimah. Apakah harapan dan tujuan tersebut semudah dengan apa yang kita katakan?, Atau semudah kita membalikan kedua belah tangan?  tentunya jawaban yang sepakat adalah tidak… Segalanya diperlukan hal-hal yang saling berkaitan ibarat mata rantai.
Dr. Syeikh Ali Syeikh cukup memberikan dua kunci atas keberhasilan seorang guru dalam menghadapi para muridnya. Dan dari kedua kunci itu ada bagian-bagian yang harus saling berkaitan, adapun dua kunci yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu: (1) Sifat-sifat guru dalam berakhlak, (2) Sifat-sifatnya dalam berkepribadian. Sifat-sifat guru dalam berakhlak setidaknya ada  delapan sifat yaitu: (1) Ikhlas dalam mengajar (2) Rendah diri dihadapan para muridnya, (3) Punyai rasa kasih sayang dan lemah lembut, (4) Selalu beroptimis dalam menghadapi masalah, (5) Menjadi sosok panutan yang baik, (6) Menjunjung tinggi atau hormat kepada para ulama, (7) Berkhlak mulia dan (8) Mempunyai jiwa sabar dan bisa menahan emosi atau marah ketika berhadapan dengan para muridnya manakala menemukan hal yang tidak disukainya.
Sedangkan sifat-sifat seorang guru atau pendidik yang erat kaitannya dengan kepribadian meliputi: (1) Murah senyum kepada para peserta didik, (2) Berpenampilan bersih dan rapi serta selalu enak dipandang, (3) Memiliki kepribadian yang kuat, (4) Cukup sederhana atau sedikit kalau bercanda, (5) Mempunyai amanah dalam keilmuan yang disampaikan kepada para muridnya, (6) Selalu berdisiplin dalam menghargai waktu, (7) Pandai juga dala berolah raga, dan (8)  Menjaga martabat dan kemuliannya dihadapan para muridnya.
Guna membangun lingkungan yang positif ketika berhadapan dengan para muridnya, maka seorang guru dituntut untuk piawai dalam mengatur strategi ucapan tang tingkah lakunya, sehingga para murid bisa mencernanya tanpa ada unsur paksaan ataupun harus selalu didorong-dorong. Maka disini Dr. Syeikh Ali Syeikh memberikan 35 resep agar seorang guru bisa menghindari kata JANGAN, apa saja 35 kata JANGAN tersebut mari kita perhatikan dengan penuh seksama yaitu:

  1. JANGAN memperolok-olok  siswa atau merendahkannya. JANGAN merendahkan posisinya di hadapan siswa-siswa lain seperti dengan ucapan “Bukankah aku sudah menjelaskannya sekarang???…..“Kamu ini tidur atau apa?….”
  2. JANGAN membanding-bandingkan siswa dengan yang lainnya agar dia terdorong melakukan apa yg anda inginkan.
  3. JANGAN mengkritik orangnya, tetapi kritiklah suluk/perbuatannya, contoh dengan ucapan “Aku tidak suka perangai yg seperti ini, akan tetapi aku mencintaimu”
  4. JANGAN menggugurkan/menggagalkan siswa dengan ucapan “Saya tidak pernah mengira kamu akan menjadi baik”. JANGAN juga mensifatinya dengan kegagalan.
  5. JANGAN mengaitkan keburukan perangai siswa dengan pendidikannya di rumah. Seakan-akan anda tidak punya andil dalam mendidiknya.
  6. JANGAN fokus kpd kesalahan, TETAPI cobalah membangun sisi positifnya meskipun kecil.
  7. JANGAN menghalangi siswa dari kesempatan berdiskusi/dialog atau membela sikapnya
  8. JANGAN menghalangi siswa untuk meninjau ulang dirinya serta memperbaiki dirinya sendiri
  9. JANGAN posisikan anda layaknya seorang POLISI yang selalu mengintai perangai siswa yang tidak baik.
  10. JANGAN menggunakan metode umpan balik negative sehingga siswa merasa bodoh
  11. JANGAN berasumsi bahwa siswa selalu paham akibat buruk perbuatannya. Jelaskanlah kepada siswa yang melakukan kesalahan, kenapa perbuatannya tidak dapat diterima, karena barangkali dia tidak tahu.
  12. JANGAN melakukan HUKUMAN MASAL kepada siswa
  13. JANGAN berdebat dengan siswa yang sedang marah
  14. JANGAN menampilkan superioritas dan kontrol terhadap pemikiran dan perasaan siswa
  15. JANGAN menghukum siswa dengan cara mengurangi nilainya atau mengancamnya untuk diberi nilai nol.
  16. JANGAN mengukum siswa dengan cara melarangnya dari kesempatan belajar yang diberikan
  17. JANGAN melihat siswa sebagai problem. Tetapi fokuslah kepada problem itu sendiri dan bantulah siswa tersebut untuk mendapatkan solusinya.
  18. JANGAN memotong penjelasan dan jawaban siswa, JANGAN pula anda menyempurnakan ungkapannya karena bisa jadi ia ingin mengucapkan kalimat yang lain.
  19. JANGAN menghukum siswa dengan cara memberikan tugas tambahan atau memaksakan ujian sebagai hukuman
  20. JANGAN mengadakan ulangan/ujian mendadak yang tidak pernah ada kesepakatan sebelumnya
  21. JANGAN anda mengutus siswa untuk mengambilkan apa yang anda lupa di kantor, kemudian anda mulai menjelaskan pelajaran (sementara siswa tersebut belum datang)
  22. JANGAN anda melarang siswa dari suatu perbuatan, tetapi anda sendiri melakukannya.
  23. JANGAN anda tidak adil dalam membagi perasaan dan perhatian anda kepada siswa, dan JANGAN anda perlihatkan bahwa anda melebihkan seorang siswa daripada yg lainnya.
  24. JANGAN anda jadikan siswa sebagai tandingan dan sainganmu, tetapi perlakukanlah ia dengan sikap kebapakan.
  25. JANGAN anda menghukum di saat anda marah.
  26. JANGAN bermudah-mudah (mentolelir) terhadap siswa dalam perkara-perkara yg mereka katakan tentang anda atau mereka lakukan (kepada anda).
  27. JANGAN menggunakan metode ancaman dan intimidasi.
  28. JANGAN selalu mengirim siswa kepada Mudir (Kepala Sekolah) untuk menyelesaikan masalah, karena ini menjadi dalil bahwa anda LEMAH.
  29. JANGAN menghalangi/melarang siswa dari pelajaran yg disukainya spt olahraga dan seni, sebagai hukuman baginya.
  30. JANGAN membuat siswa yg bersalah menjadi terkenal, yakni JANGAN anda memindahkan/menceritakan masalahnya di luar kelas.
  31. JANGAN berharap bahwa para siswa akan selalu tenang dan perhatian saat belajar
  32. JANGAN menghukum siswa dengan cara mengusirnya dari ruang belajar
  33. JANGAN paksa siswa untuk meminta maaf (atas kesalahannya) di hadapan kawan-kawannya.
  34. JANGAN anda keluar dari kelas (sebelum waktunya) dan jangan menghentikan kegiatan yang sedang berlangsung.
  35. JANGAN mempergunakan hukuman fisik atau hukman kejiwaan yang keras, betapapun kesalahan yang dilakukan siswa.

Siapakah Dr. Syeikh Ali Syeikh, beliau adalah teman akrab Pimpinan Pesantren ustadz Aslam Muhsin Abidin ketika sama-sama menimba ilmu di Fakultas Ilmu Hadits Universitas Islam Madinah dan beliau sengaja diundang oleh Al Binaa dalam rangka memberikan ide-ide yang kontrukstif dalam metode pembelajaran dengan segala perantaranya. Akhirnya semoga dauroh ini bisa memberikan pencerahan kepada para guru-guru Al Binaa, untuk membawa perubahan yang positif  bagi para santri-santrinya. Amiin
Ditulis oleh: Majlis Ma’had Al Binaa 5 Shofar 1437 H.