Keseruan Mukhoyyam PULDAPII ke 4

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين و بعد.

Dinihari Kamis (6/2), sekitar pukul 04.00 WIB, sebanyak 40 santri Al-Binaa dari kelas 8, 9, dan 11 berangkat menuju Pondok Pesantren Tahfidz Icakan, Ciamis dengan bus dan elf Al-Binaa. Keberangkatan mereka dalam rangka mengikuti Mukhoyyam Puldapii Ke-4 yang bertemakan, “Membangun Santri yang Tangguh, Berkarakter, dan Mandiri” Mukhoyyam Puldapii ini dijadwalkan berlangsung selama 4 hari, dari Kamis-Ahad, 6-9 Februari 2020. Rombongan dari Al-Binaa yang didampingi oleh Ustadz Afirul Firman Syadani sebagai Pembimbing Regu SMA dan Ustadz Ghazy Haidar Yafi sebagai Pembimbing Regu SMP tiba di lokasi perkemahan sekitar pukul 11.00 WIB.

Sesampainya di tempat tujuan, rombongan terlebih dahulu registrasi ke panitia acara dan mendengarkan pembacaan aturan dan tata tertib yang berlaku dalam kegiatan Mukhoyyam ini. Panitia acara juga meminta rombongan untuk mengabsen nama masing-masing satu per satu serta menunjukkan yel-yel regu. Setelah itu, rombongan menuju ke plot lokasi yang telah ditentukan panitia untuk mendirikan kemah.

Pembukaan Mukhoyyam Puldapii ini diadakan pada sore harinya ba’da ashar. Acara pembukaan dihadiri oleh Sekjen Puldapii Ustadz Nur’alim, Lc, unsur TNI dan tokoh masyarakat setempat. Seusai pembukaan, peserta dari tiap-tiap ma’had dipersilakan kembali ke kemah masing-masing.

Saat matahari tenggelam di ufuk barat, para peserta yang keseluruhan berjumlah 380 orang berkumpul di lapangan bola dekat lokasi perkemahan untuk melaksanakan sholat maghrib yang di-jama’ dengan sholat Isya’ Waktu ba’da sholat lantas diisi dengan kesempatan dari tiap-tiap regu untuk menyampaikan ‘mauizhoh’ nasihat ringkas di hadapan seluruh peserta Mukhoyyam. Dari Al-Binaa santri Fajril Mubarok (kelas 11E Program Taajul Waqoor) terpilih untuk mewakili regunya.

Konsumsi dengan masak sendiri

Satu hal yang berbeda dalam Mukhoyyam kali ini dengan Mukhoyyam sebelum-sebelumnya adalah mengenai makanan untuk peserta. Bila dalam Mukhoyyam yang terdahulu peserta masih disediakan konsumsi makan dari panitia, maka dalam Mukhoyyam kali ini santri peserta diharuskan memasak sendiri untuk kebutuhan makan sehari-hari selama even ini berlangsung. Waktu untuk memasak sarapan pada saat sekitar subuh dan waktu untuk memasak makan malam pada sore hari.

Kembali ke acara Mukhoyyam, pada setiap malam hari diadakan jaga malam yang wajib diikuti oleh utusan dari setiap regu. Waktunya dibagi menjadi 3 shift, dimulai pada pukul 23.00 malam dan berakhir pada pukul 03.30 keesokan harinya. Peserta yang jaga malam pada shift terakhir sekaligus bertugas membangunkan peserta lainnya untuk sholat subuh.

Pada hari kedua, Jumat, 7 Februari 2020 pagi hari diadakan acara senam bersama dan juga Pelatihan Baris-berbaris (PBB). Pada saat menjelang tengah hari, peserta menuju ke Masjid Markaz Tahfidz Icakan untuk mengikuti khotbah dan sholat Jumat. Sore harinya diadakan acara ‘ramah-tamah’ antar seluruh peserta Mukhoyyam, bentuknya: 5 orang dari setiap regu kemah berkeliling mendatangi tenda-tenda peserta dari ma’had lain untuk saling berkenalan, dan 5 orang lainnya tetap berada di dalam kemah untuk menerima peserta yang datang dari kemah lain.

Pada hari ketiga, Sabtu, 8 Februari 2020 para peserta dibagi berkelompok. Setiap kelompok terdiri atas 10-13 orang anggota yang harus berasal dari berbagai ma’had yang berbeda. Kelompok yang sudah terbentuk diinstruksikan untuk berjalan mengikuti petunjuk dari panitia. Nantinya di tengah perjalanan setiap kelompok akan tiba di pos-pos, dan di setiap pos akan ada games-games yang harus dimainkan, seperti tarik tambang, kuis sambung ayat-sambung cerita, dan sebagainya. Kegiatan ini berlangsung hingga siang hari menjelang pukul 14.00 WIB.

Pada sore harinya para peserta menyaksikan video kegiatan-kegiatan di Mukhoyyam Puldapii yang telah dilaksanakan 3 hari ke belakang. Sehabis pemutaran video, Ustadz Nur’alim selaku Sekjen Puldapii menyampaikan paparan kepada peserta tentang profil lembaga Puldapii. Pada malam harinya, seusai sholat berjamaah para peserta menyimak nasihat dari asatidz Dewan Pembina Puldapii tentang peran pemuda, hakikat santri, serta pentingnya kekuatan dan kecerdasan bagi generasi muda.

Pagi keesokan harinya, Ahad, 9 Februari 2020 para peserta diminta untuk mengemas barang masing-masing dan melipat tenda yang digunakan. Pada pukul 07.30 WIB peserta berkumpul untuk mengikuti sesi penutupan Mukhoyyam oleh Sekjen Puldapii, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Sebelum kembali ke daerah masing-masing, peserta terlebih dahulu menghadiri Wisuda Para Hafidz dan Mujaz Pondok Tahfidz Icakan yang berlangsung hingga zuhur.

Tidak ketinggalan santriwati albinaa putri juga ikut dalam ajang ini, yaitu :

Narasumber: Rijalulhaq Abdilbarr (Kelas XI E Taajul Waqoor)

Laporan : Taufik Nuruddin

Share This Post!

Twitter kami

Recent Posts

Mari bergabung bersama 1500 santri yang sedang belajar dan berkembang di albinaa

Menjadi bagian dari perubahan global bersama albinaa.