Groundbreaking.

Pada Rabu, 24 Februari 2021 di kompleks Al-Binaa Putri diadakan seremoni groundbreaking pembangunan rumah asatidzah dan asrama santriwati Al-Binaa Putri. Acara yang disiarkan secara live oleh Al Binaa TV ini dihadiri oleh asatidzah dan ustadzah yang tinggal di dalam dan sekitar Al-Binaa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (cuci tangan, pakai masker, jaga jarak) Acara dibuka oleh Ustadz Hardiyawan Indrayanto, S.Pd. selaku MC pada sekitar pukul 09.15 WIB.

Setelah pembukaan, acara kemudian disambung dengan prakata/sambutan dari Mudirul Ma’had Ustadz Aslam Muhsin, Lc. Pertama-tama beliau menyampaikan bahwa rencana pembangunan ini sudah lama didengung-dengungkan. Walau kadangkala timbul-tenggelam, namun keinginan ini terus senantiasa digelorakan, tak pernah padam, dengan diiringi oleh harapan-harapan yang tak pernah terhapus dari memori kita semua.

Beliau menambahkan bahwa proyek ini tidaklah muncul secara tiba-tiba, akan tetapi didahului dengan rencana (plan) serta diskusi dan musyawarah dengan pihak-pihak terkait. Kali ini Al-Binaa membangun dengan konsep dan perhitungan yang dimatangkan, dengan dikawal oleh tim tersendiri serta dirancang untuk dapat berjalan secara mandiri.

Groundbreaking asrama putri baru dari udara

Rancangan bangunan.

Adapun mengenai rancangan bangunan gedung, in sya Allah bangunan rumah asatidzah dan asrama santriwati ini akan terdiri atas 5 lantai, di atas lahan yang dulunya merupakan rumah Kabidsuh Santriwati. Rancangan tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan keterbatasan luas lahan di kompleks Al-Binaa Putri. Untuk estimasi dana dan waktu, Mudirul Ma’had menguraikan bahwa diperkirakan akan diperlukan sekitar 2 miliar untuk 1 lantai, sehingga total diperlukan sekitar 10 miliar untuk pembangunan keseluruhan gedung yang ditargetkan selesai dalam waktu 12 bulan. Tentunya seluruh keluarga besar Al-Binaa berdoa mudah-mudahan rencana besar ini diberikan kemudahan dan taufiq dari Allah subhanahu wa ta’ala agar dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan gangguan yang berarti.

Selepas Mudir menyampaikan sambutannya, acara kemudian dilanjutkan dengan seremoni secara simbolis dimulainya proyek ini. Dengan mengucap ‘Bismilllahirrohmanirrohim’ Mudirul Ma’had lantas menancapkan pasak yang sudah disiapkan dengan palu besar di tangan beliau, diiringi dengan seruan takbir dari para hadirin. Kemudian para hadirin diminta untuk turut menyaksikan pemasangan paku bumi dengan crane yang ada di lokasi. Seremoni ini lantas ditutup oleh MC sebelum pukul 10.00 WIB.

Twitter kami

Recent Posts

Mari bergabung bersama 1500 santri yang sedang belajar dan berkembang di albinaa

Menjadi bagian dari perubahan global bersama albinaa.