Spesifikasi Masjid Khadijah ponpes albinaa putri.

Silaturahmi dan peresmian Masjid Khadijah ponpes albinaa putri  dilaksanakan pada hari Ahad 24 Oktober 2021 bertempat di komplek albinaa putri dihadiri tidak kurang dari 800 orang dari berbagai unsur termasuk keluarga besar Yayasan Binaul ukhuwwah Jakarta, para donatur, ustadzah dan santriwati. Acara dimulai pukul 09.00 dengan master of ceremony dua santriwati albinaa menggunakan dua bahasa Indonesia dan Bahasa Arab. Kepiawaian MC memilih diksi dalam menyapa tamu undangan menambah suasana kekeluargaan. Dilanjutkan pembacaan Alquran oleh santriwati kelas 11 membawa suasana batin tamu undangan bertambah khusyu.

Masjid khadijah alkhuwailid berukuran 20 x 20,5 m2 dua lantai dilengkapi 3 pintu masuk dan dua kamar mandi dengan tempat wudu yang luas. Lantai dan dindingnya menggunakan granit dengan lampu hias gantung yang unik dilengkapi AC standing empat unit. Gaya arsitektur masjid ini perpaduan modern minimalis.

Masjid ini bisa menampung 600 jamaah tutur ketua pembangunan Ustadz Hasyim Nur. Tidak lupa ketua pembangunan menyampaikan dana yang dibutuhkan sebanyak 2,4 M dan Alhamdulillah infak yang masuk dari muhsinin sebanyak 2.186.104.901

Sambutan Ust Aslam muhsin, Lc.

Pada kesempatan yang sama pimpinan pesantren yang meresmikan masjid khadijah ini menguraikan alasan mengapa masjid Khadijah ini diperluas karena masjid sebelumnya sdh tidak bisa menampung santriwati yang semakin tahun kian bertambah jumlahnya, maka tidak ada pilihan lain kecuali harus dibangun yang lebih besar. Diharapkan pula keberadaan masjid ini dapat memfasilitasi para santriwati dalam berkegiatan selain sholat lima waktu seperti khalaqoh Alquran, muhadaroh, tadribul khitabah dan lainnya, tutur Ustadz Aslam Muhsin dalam sambutannya.  “dan Masjid ini akan menjadi ruh detak nadi kegiatan keilmuan para santriwati dan bisa menjaga silaturahmi menjaga keutuhan umat.”

Diakhir sambutannya, pimpinan pesantren menyampaikan rencana renovasi masjid Riyadusholihin dengan menambah luas bangunan karena kondisi masjid  saat ini sudah tidak mampu menampung jamaah hingga meluber keluar masjid. Rencana renovasi ini langsung disambut tamu undangan dengan berinfak,  hingga acara selesai dana yang terkumpul kurang lebih 500 juta  rupiah dari komitmen dan transfer langsung dari muhsinin.

“Membangun masjid di lingkungan pesantren jelas kemanfaatannya karena 24 jam santri tinggal di pesantren dengan masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatannya.” demikian Taujih dari Ustadz Aslam Muhsin.

Sambutan Dr. H Adian Husaini,M.Si, Ph.D.

Kemudian Ustadz Dr. H. Adian Husaini, M.Si., Ph.D. dalam taujihatnya mengapresiasi kemegahan masjid Khadijah. Beliau juga mengupas sejarah pesantren yang memiliki keunggulan yang tidak tergantikan, bahkan di era disrupsi saat ini pesantren akan semakin eksis karena model pendidikan lain akan banyak tergerus karena banyak profesi di era ini yang bisa digantikan oleh kecanggihan teknologi.

Di akhir peresmian ditandai penandatanganan prasasti oleh pimpinan pesantren kemudian seluruh tamu undangan menuju ke Masjid Khadijah, di pintu utama dilakukan pengguntingan pita oleh ustadz Ahmad Zawawi dan Bapak Ismail Bawazier didampingi pimpinan pesantren dan ketua panitia disaksikan seluruh tamu undangan. Seluruh tamu undangan menuju ke lantai 2 masjid melihat langsung kondisi bangunan. Tepat pukul 11.30 pembawa acara mengarahkan tamu undangan untuk makan siang di gedung Mustaqbal.

Alhamdulillah alladzi binikmati tatimmusholihat Masjid Khadijah kini berdiri megah dan kokoh semoga menjadi amal jariyah bagi muhsinin muhsinat dan dapat dimakmurkan oleh santriwati dijaga dan dirawat dengan baik.

Laporan dari ketua pelaksana pembangunan masjid albinaa putri, ust hasyim nur, S.Pd, M.M

Share This Post!

Twitter kami

Mari bergabung bersama 1500 santri yang sedang belajar dan berkembang di albinaa

Menjadi bagian dari perubahan global bersama albinaa.