Study Banding Islamic Center Muadz bin Jabal Kendari

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين و بعد.

Pada Rabu (12/2) Ma’had Al-Binaa IBS kembali menerima kunjungan silaturahim dan study banding, kali ini dari lembaga Islamic Center Muadz bin Jabal Kendari, Sulawesi Tenggara. Rombongan terdiri dari 10 orang:

  1. H. Zezen Zaenal Mursalin, Lc.   (Direktur Islamic Center Mu’adz bin Jabal Kendari)
  2. Dr. H. Muhammad Anas, M.Si.  (Ketua Divisi Pendidikan ICM)
  3. Dr. H. Hasbullah Syaf (Ketua Komite)
  4. H. Dadan Sholihul Anwar, S.Pd., M.Pd. (Ketua Yayasan Cabang Kolaka)
  5. Aan Kurniawan, SAB (Pembina Ma’had Aly Mu’adz bin Jabal)
  6. Muhammad Jahid, SKM (Pimpinan Pondok cab. Konawe Selatan)
  7. Salasi Wasis Widyanto, S.Pi, M.Sc. (Pimpinan Pondok cab. Wakatobi)
  8. Darwis, S.Pd. (Kepala SMATQ Mu’adz bin Jabal Kendari)
  9. Mohamad Ihsan, S.Pd, M.Pd. (Kepala SMPTQ Mu’adz bin Jabal Kendari)
  10. Mustafa, S.Pd., M.Pd. (Kepala SDTQ Mu’adz bin Jabal Kendari)

Rombongan sampai di Al-Binaa sekitar pukul 13.30 WIB dan disambut dengan jamuan makan siang di ruang Majlas. Dari pihak Al-Binaa hadir jajaran struktural SMP, SMA, Bagian Pengasuhan, dan Departemen Khoirukum (Tahfizhul Qur’an).

Berselang 30 menit kemudian, acara dimulai dengan sambutan dari Ustadz Nur’alim, Lc. mewakili pihak Al-Binaa. Setelah menyampaikan muqoddimah, beliau memberikan kesempatan pada pihak Islamic Center Mu’adz bin Jabal Kendari untuk memperkenalkan diri beserta profil lembaga.

Ustadz Zezen Zaenal Mursalin, Lc. selaku ketua rombongan lantas memperkenalkan satu per satu para peserta rombongan kunjungan ini. Beliau juga menerangkan bahwasanya Islamic Center Muadz (ICM) yang berkantor pusat di Kendari, Sulawesi Tenggara merupakan lembaga yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, dan sosial. Saat ini, ICM telah mendirikan cabang-cabang lembaga pendidikan Islam di Kolaka, Wakatobi, dan juga Raja Ampat (Papua). Lembaga pendidikan di daerah-daerah tersebut ada yang berasrama, dan ada juga yang sistem full day.

Ditambahkan oleh Ustadz Zezen, ada satu kenyataan yang cukup menarik berkaitan dengan cerita pendirian pesantren di wilayah Wakatobi. Wakatobi yang terkenal dengan keindahan alam bawah lautnya didiami oleh penduduk yang 100% muslim, akan tetapi belum ada pesantren yang bisa eksis di sana. Hal ini disebabkan salah satunya karena persepsi yang kurang tepat dari masyarakat setempat mengenai apa itu pesantren. Tantangan yang cukup berat dirasakan oleh pihak ICM pada awal-awal pendirian pesantren di sana, terutama dalam hal mencari penduduk setempat yang bersedia untuk nyantri di pondok. Alhamdulillah, dengan dukungan dari pemerintah setempat serta kesabaran pengelolanya, saat ini pesantren di Wakatobi telah membina santri dalam jumlah yang cukup banyak, sampai-sampai asrama yang awalnya agak lengang kini menjadi penuh oleh santri.

Seusai uraian perkenalan dari pihak ICM, acara beralih ke pemutaran video profil Al-Binaa di layar. Sesekali video disetop untuk dijelaskan lebih detail oleh Ustadz Nur’alim mengenai scene yang muncul dalam video. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan kurikulum SMP oleh Ustadz Abdul Rahman, S.Si (Wakasek Kurikulum SMP) Sekitar pukul 15.30 acara dijeda untuk sholat ashar.

Sekitar pukul 16.00 acara dilanjutkan kembali, kali ini mengenai kurikulum SMA dan profil lulusan oleh Ustadz Bachtiar (Wakasek Kurikulum SMA) Presentasi dari beliau berlangsung setengah jam lamanya. Berikutnya sesi tanya jawab tentang pengelolaan sekolah dan pengasuhan santri dari pihak ICM kepada Al-Binaa. Acara berakhir pada pukul 18.00 dengan penyerahan plakat kepada pihak ICM, kemudian rombongan diajak untuk jaulah ma’had.

Barokallu fiikum

Laporan :

Taufiq Nuruddin حَفِظَهُ اللهُ

Share This Post!

Twitter kami

Recent Posts

Mari bergabung bersama 1500 santri yang sedang belajar dan berkembang di albinaa

Menjadi bagian dari perubahan global bersama albinaa.