Alhamdulillah, pada hari jumat tanggal 11 September 2015 sekitar pukul 06.45 telah berkumpul di halaman kampus hijau 19 santri dari SMP dan SMA Al Binaa berseragam batik didampingi 3 orang guru pembimbing. Mereka kemudian baru meluncur pukul 07.30 menggunakan mobil elf abu-abu menuju ke Yayasan Al Muslim (SD-SMP-SMA/SMK) Tambun Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang mereka lakukan adalah studi banding masalah pengelolaan lingkungan, penanganan kebersihan dan pengembangan budaya hemat energi.
Gerakan anak-anak KOPLING pada hari itu didorong oleh semangat Al Binaa “Nahwal Afdhol” dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: الْمُؤْمِنُ مِرَآةُ أَخِيْهِ، إِذَا رَأَى فِيْهِ عَيْباً أَصْلَحَهُ “Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya. Jika dia melihat suatu aib pada diri saudaranya, maka dia memperbaikinya.” (HR. Bukhari).
Sebagaimana diketahui bahwa tiap sekolah mempunyai keunggulan dan kelebihannya masing-masing. Sekolah Al Muslim memiliki keunggulan dalam hal perhatian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan dan mengembangkan budaya peduli lingkungan bagi anak didiknya. Sejak didirikannya tahun 1999 sekolah ini telah mengembangkan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (Green Education) dalam bentuk praktek nyata di sekolah. Salah satu buahnya adalah bahwa mereka kini berhasil memperoleh berbagai penghargaan sebagai Sekolah Hemat Energi terbaik di kementrian ESDM th 2013 dan 2014 dan sekolah Adiwiyata Mandiri tingkat Provinsi Jawa Barat th 2013.
Sampai di Al Muslim kita disambut oleh Bapak Kabid Kesiswaan Bp. H. Saiful dan Ibu Hj Rahmawati sebagai pengampu mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (Green Education) di SMK Al Muslim. Acara yang sudah disusun panitia adalah berupa presentasi, diskusi, meninjau Bank Sampah, kantin dan beberapa area lain. Pertemuan dan kunjungan lapangan ini berlangsung sampai pukul 11.00 diakhiri dengan shalat jumat di aula sekolah.
Beberapa pelajaran yang memungkinan diterapkan di Al Binaa dari studi banding ini adalah:
Menetapkan pendidikan lingkungan hidup sebagai mata pelajaran muatan lokal apabila memungkinkan. Pendidikan harus menitik beratkan pada karakter dan bukan pada “knowledge”.
Melibatkan partisipasi seluruh santri dalam kegiatan pembinaan sikap mandiri, budaya kebersihan dan hemat energi melalui suatu mekanisme yang mudah, rapi dan terkontrol sebagaimana yang sudah berjalan di sekolah Al Muslim.
Perlunya dukungan yang serius dari pihak sekolah/ pesantren agar sistem yang diterapkan dapat berjalan dengan baik.
Laporan: Ketua Kelompok Pencinta Lingkungan (Kopling) Ustadz. Priyo Widodo, S.Pi