Tingkat literasi Indonesia.

Kualitas pendidikan merupakan salah satu indikator utama untuk menilai kemajuan suatu negara. Dan kemampuan literasi adalah parameter utama untuk mengukur kualitas suatu sistem pendidikan.

Berkaca pada negara Finlandia yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia, ternyata memiliki tingkat literasi (kemampuan membaca dan menulis) paling tinggi di dunia. Sedangkan negara kita berada pada peringkat ke-61.

jika diperhatikan, negara berliterasi tinggi rata-rata mewajibkan sekolahnya membaca sejumlah buku tertentu sebagai standar kelulusan. Pada tahun 1939, program tersebut pernah dilakukan di sekolah AMS-Hindia Belanda. Namun kini program tersebut lenyap entah kemana.

Program Taman Baca.

Sebagai anak-anak yang tumbuh dan hidup di era digital, kami menyadari bahwa menjadikan kebiasaan membaca buku sebagai aktifitas yang digemari itu adalah sebuah tantangan besar. Apalagi didukung riset dari UNESCO bahwa diantara 1000 orang Indonesia, hanya ada 1 orang yang benar-benar berminat baca buku.

Kami melihat rendahnya minat baca masyarakat Indonesia itu karena, minimnya akses terhadap buku, rendahnya daya beli buku dan tidak pernah diperkenalkan kepada buku sejak dini.

Atas dasar itulah SMP albinaa berinisiatif untuk membuat sebuah program dalam rangka menghadirkan budaya membaca buku di lingkungan pesantren albinaa.

Program itu adalah program “TAMAN BACA”.

Program ini telah diresmikan oleh kepala sekolah SMP IT AL BINAA, Ust Sulaeman, S.Pd, M.M pada hari Senin, tanggal 18 Oktober 2021. Dihadiri oleh semua santri SMP dan jajaran staf pengajar albinaa.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk memantik semangat dan minat membaca buku di kalangan santri albinaa dengan memberikan akses buku-buku berkualitas dan menarik bagi anak-anak.

Semoga program ini menjadi titik tolak perubahan kualitas tingkat literasi generasi  Z (sebutan generasi yang lahir di tahun 1996-2010), karena mereka yang akan menggantikan generasi millenial (lahir 1977-1995) di masa depan.

Share This Post!

Twitter kami

Mari bergabung bersama 1500 santri yang sedang belajar dan berkembang di albinaa

Menjadi bagian dari perubahan global bersama albinaa.