The Great Tadribul Khitobah

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين و بعد.

Kamis malam Jumat (13/02) ratusan santri SMP dan SMA memadati Ruang Serba Guna 1 Kompleks Ma’had Al-Binaa. Kehadiran mereka malam itu untuk menyaksikan gelaran “The Great Tadribul Khitobah” yang diselenggarakan oleh Jam’iyyah Tholabah (sebutan OSIS santri putra di Al-Binaa)

Acara dimulai sekitar pukul 20.40. Di panggung tampak selaku MC acara. Keduanya secara bergantian menyampaikan pengantar acara dengan bahasa Arab dan bahasa Inggris, sembari membacakan surat Fusshilat ayat 33 dan terjemahannya, “dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang mengajak kepada Allah dan beramal sholih, dan berkata, ‘Saksikanlah bahwa aku termasuk dari kaum muslimin”

Selepas pengantar, acara beralih kepada penyampaian pidato (speech/khitobah). Santri Agung Ghifariansyah (kelas 12) mendapat kesempatan pertama untuk menyampaikan pidatonya dalam bahasa Indonesia. Dalam pidatonya Agung yang mengambil tema pembicaraan tentang Indonesia memaparkan data-data mengenai potensi dan keunggulan Indonesia dari segi sumber daya alam dan geografis yang tidak dimiliki negara lain di dunia. Sayangnya, meskipun dikaruniai kekayaan alam yang berlimpah, banyak dari rakyat Indonesia yang terjebak dalam ‘mental penumpang’ (passenger mentality) Kebanyakan rakyat Indonesia merasa nyaman cukup hanya dengan menjadi ‘penumpang’ dan membiarkan orang lain yang menyetir, mengambil alih kemudi dan menentukan arah perjalanan. Kondisi ini tentu harus diubah oleh rakyat Indonesia sendiri, termasuk di antaranya santri-santri Al-Binaa yang akan mewarisi negeri ini ke depan. Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala dalam Surat Ar-Ro’d ayat 11, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubah apa yang mereka hadapi”

Pidato santri albinaa.

Pidato kedua kemudian disampaikan oleh Muhammad Aulia Akbar (kelas 9). Aulia dengan bahasa Inggris mengungkapkan bahwa dunia mengalami banyak masalah berkaitan dengan kesejahteraan umat manusia. Akan tetapi, sesungguhnya ada satu masalah besar yang kadangkala tidak disadari, yaitu ‘LIE’ (Kebohongan) Dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, tidak terhitung berapa kali manusia tidak jujur tentang keadaan yang sebenarnya, sehingga tak pelak berakibat pada munculnya rasa curiga, prasangka, dan kebencian antar-sesama.

Pidato ketiga disampaikan dengan bahasa Arab oleh Abimanyu Pratama (kelas 10) Abimanyu memilih tema pembicaraan tentang syukur manusia kepada Allah. Seluruh nikmat yang diperoleh manusia sesungguhnya berasal dari Allah, sehingga sudah semestinya manusia tidak lupa dan lalai untuk senantiasa bersyukur kepada Allah. Pidato pamungkas disampaikan dengan bahasa Inggris oleh Hafidz Alauddin (kelas 11) yang bertemakan tentang peran teman dalam kehidupan manusia.

Seusai sesi penyampaian materi dari para orator, MC kemudian memberikan kesempatan kepada Ustadz Harianto, S.Pd.I (Wakil Kepala Pengasuhan) untuk memberikan penilaiannya tentang acara ini. Pertama-tama, Ustadz Harianto mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara atas segala jerih-payah dan upaya yang telah dikerahkan dalam menyelenggarakan acara ini. Yang kedua, beliau mengapresiasi para pemateri yang sudah mempersiapkan penampilannya dengan baik. Terakhir, tidak lupa beliau mengingatkan akan pentingnya penguasaan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) oleh para santri.

Penilaian berikutnya disampaikan oleh Ustadz Ruslan, S.Pd. Beliau menyoroti dari sisi ekspresi, pembicara pertama lebih unggul dari pembicara lainnya, yang mungkin hal itu disebabkan bahasa pengantar yang digunakan pembicara pertama adalah bahasa Indonesia, sehingga memudahkannya dalam mengekspresikan maksud dan isi dari pesan yang ingin disampaikan.

Tibalah saatnya di penghujung acara. Namun sebelum acara ditutup, terlebih dahulu diumumkan pemenang lomba Hologram (Holiday on Instagram), masing-masing 3 orang dari kategori SMP dan 3 orang dari kategori SMA. Seusai pembagian hadiah kepada para pemenang, acara ditutup oleh MC pada pukul 22.00.

Laporan : Taufiq Nuruddin

Share This Post!

Twitter kami

Recent Posts

Mari bergabung bersama 1500 santri yang sedang belajar dan berkembang di albinaa

Menjadi bagian dari perubahan global bersama albinaa.